Belakangan ini, banyak pebisnis yang mulai menyadari bahwa, content marketing merupakan salah satu strategi pemasaran digital yang paling efektif dalam mendorong pertumbuhan bisnis mereka.
Namun, tidak sedikit dari pebisnis ini yang sudah sangat rajin membuat konten, tetapi hasilnya masih jauh dari harapan. Dalam banyak kasus, penyebab utamanya ternyata bukan pada kontennya, melainkan pada strategi yang diterapkan masih kurang tepat.
Apa Saja Kesalahan dalam Menjalankan Strategi Content Marketing Ini?
Setidaknya, ada 4 kesalahan umum yang masih sering dilakukan oleh pebisnis dalam menjalankan strategi content marketing ini. Adapun diantaranya, adalah sebagai berikut:
- Tidak Memiliki Tujuan yang Jelas
Dengan alasan hanya merasa “harus posting saja”, banyak pebisnis yang membuat banyak konten tanpa memiliki tujuan jelas di awal. Padahal, setiap konten yang dibuat seharusnya bisa memiliki fungsi tertentu, seperti mendatangkan traffic organik, menghasilkan leads, meningkatkan brand awareness, atau meningkatkan angka penjualan.
Dengan menetapkan tujuan sedari awal, setidaknya akan mempermudah Anda dalam menyusun strategi konten yang lebih efektif. Mulai dari menentukan topik apa saja yang ingin dibahas, format konten apa seperti apa yang akan dibuat, bagaimana cara penyampaiannya yang tepat kepada, hingga bisa menemukan indikator keberhasilannya.
- Tidak Mengenal Target Audiens
Pemasaran konten baru bisa dikatakan baik apabila isinya sudah berpusat pada kebutuhan para audiens-nya. Sayangnya, banyak pebisnis yang lebih fokus mempresentasikan produk mereka, tanpa memahami masalah apa saja yang sering dihadapi oleh para calon pelanggan.
Jika hal tersebut masih terus dibiarkan, akibatnya konten yang Anda buat malah akan terasa kurang relevan, sehingga tidak akan mampu menarik perhatian pelanggan. Lebih baik Anda meluangkan sedikit waktu untuk mengenali siapa target pasar Anda.
Pelajari kebutuhan mereka, kebiasaan mereka mencari informasi, tantangan yang sering dihadapi, jenis konten apa saja yang mereka sukai, dan masih banyak lagi hal yang lainnya.
- Terlalu Fokus Menjual Produk
Pada dasarnya, tujuan utama dari pemasaran ini adalah memang untuk mendongkrak angka penjualan. Namun, jika seluruh isi kontennya hanya berisikan promosi atau ajakan membeli, maka audiens-pun akan mudah merasa jenuh.
Perlu Anda ketahui bahwasanya, tujuan pelanggan menjelajahi internet bukan untuk menikmati sajian iklan, melainkan adalah untuk mencari informasi, inspirasi, dan solusi untuk berbagai masalah yang sedang mereka hadapi.
Maka dari itu, cobalah untuk membuat konten yang bisa memberikan manfaat bagi para pembaca, tidak hanya sekedar hard selling saja.
- Tidak Mengenal SEO
SEO sejatinya bisa membantu pemasaran konten dalam menjangkau audiens yang memang sedang mencari informasi tentang sebuah produk atau layanan. Dan faktanya, masih banyak pebisnis yang membuat artikel tanpa mengoptimalkan SEO ini. Akibatnya, peluang untuk bisa muncul di halaman pertama mesin pencari seperti Google, jadi semakin kecil.
SEO dan pemasaran konten ini bukanlah dua strategi yang berbeda, melainkan sebuah kombo strategi yang sangat ampuh untuk menarik atensi target audiens. Setelah memilih keyword yang tepat dan bisa mengoptimalkan struktur artikel, maka konten bisa memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan traffic organik secara berkelanjutan.
Dengan menghindari berbagai hal diatas, kini Anda bisa lebih mudah untuk mulai membangun strategi content marketing yang lebih efektif dalam memperkuat brand, meningkatkan traffic, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis Anda.
Namun, apabila Anda ingin menjalan pemasaran konten ini dengan strategi yang lebih matang, IDEOWORKS bisa Anda jadikan sebagai partner terbaiknya. Berlabel sebagai salah satu digital agency terbaik di Indonesia, IDEOWORKS akan membantu Anda dalam menyusun pemasaran konten yang bisa berdampak langsung terhadap bisnis.
Untuk informasi mengenai kerjasama, bisa Anda langsung kunjungi saja official website resminya IDEOWORKS, sekarang juga!